Monday, June 12, 2017

Filled Under:

Hati-hati! Nyawa Kucingmu Terancam FIV, HIV-nya Kucing! Ini 5 Hal yang Perlu Kamu Tahu!

Salah satu virus yang paling mematikan dan ditakuti manusia adalah HIV karena menyebabkan kekebalan tubuh tak berfungsi sehingga mudah terserang dan terinfeksi penyakit apapun, bahkan penyakit ringan seperti flu. Penyakit serupa juga dapat menyerang kucing, hanya saja berbeda penyebab yaitu virus yang disebut FIV (Feline Imuno Virus). Yuk kenali lima fakta FIV!

1. Menular dari kucing ke kucing

Air liur kucing menjadi salah satu tempat virus ini berkembang biak. Umumnya FIV menular melalui gigitan dalam dari kucing yang positif FIV ke kucing lainnya. Oleh karena itu, sebaiknya jangan biarkan kucing kita berada di luar terlalu sering karena risiko terpapar penyakit ini makin besar kalau berkelahi dengan kucing liar. Selain melalui gigitan, FIV juga bisa ditularkan melalui transfusi darah dan dari air susu induk kucing. Enggak usah khawatir kalau kucing kita berada di dekat kucing positif FIV, berbagi mangkuk makanan dan litter box karena itu enggak akan menularkan penyakit ini. Kita juga enggak perlu khawatir tertular penyakit ini dari kucing karena FIV hanya menular dari kucing ke kucing.


2. Gejala tak nampak

Secara umum gejala positif FIV enggak nampak jelas. Lantaran FIV adalah penyakit yang menyerang sistem imun kucing, maka kucing cenderung mudah terkena penyakit dari yang ringan hingga berat, seperti serangan jamur ringworm, infeksi saluran pernafasan atas, penyakit gigi dan mulut hingga tumor dan aneka kanker. Kalau kucing kita sedang sehat meskipun positif FIV, ia akan terlihat normal seperti kucing pada umumnya. Jadi, kalau kucing kita mudah sekali sakit, sebaiknya bawa ke dokter hewan dan tanyakan apa perlu dilakukan tes darah karena FIV hanya bisa didiagnosa melalui tes darah.


3. Penanganan yang tepat

Sama seperti HIV, hingga saat ini belum ditemukan obat yang benar-benar bisa menyembuhkan kucing dari FIV. Biasanya dokter hewan akan meresepkan anti peradangan, pengontrol parasit, obat-obatan yang membantu memperkuat imunitas, obat-obatan untuk mengatasi infeksi sekunder, dan makanan yang mencukupi nutrisi kucing kita. Intinya, sebisa mungkin menghindari kucing kita dari infeksi penyakit seringan apapun dan segera menanganinya jika  terinfeksi.


4. Pencegahan lebih baik

Mencegah jauh lebih baik daripada mengobati. Bagaimana caranya? Jaga kucingmu tetap di dalam rumah  supaya terhindar dari kucing liar yang mungkin saja positif FIV. Sterilisasi penting sebagai salah satu cara untuk mengendalikan perilaku kucing kita yang memperbesar potensi risiko.


5. Apa yang terjadi jika FIV tak dikendalikan?


Tanpa penanganan yang tepat, infeksi sekunder bisa terjadi dan mengancam nyawa sahabat berbulu kesayangan kita. Ditambah lagi, kucing kita bisa mengembangkan berbagai macam kanker, penyakit darah atau gagal ginjal yang pada akhirnya merenggut nyawa.




0 comments:

Post a Comment